Penampilan WINDOWS Dari Masa Ke Masa

Windows adalah salahsatu Operation System (OS)/Sistem Operasi (SO) yang sangat populer malah paling populer di dunia ini dibanding dengan OS lainnya. Dan sekarang agay mau memperlihatkan penampilan si Windows ini dari masa ke masa dari versi sekian ke sekian dari umur jagung hingga umur bangkotan. It is the evolusi.

WINDOWS 2.0


WINDOWS 2.1x


WINDOWS 3.0


WINDOWS 3.1x


WINDOWS NT 3.1


WINDOWS NT 3.5.1


WINDOWS 95


WINDOWS 98


WINDOWS ME (Milenium Editions)


WINDOWS 2000


WINDOWS XP


WINDOWS VISTA


WINDOWS 7 (Seven)


WINDOWS 8 (Eight)


Seperti itulah perkembangan sebuah OS terbesar terkenal yang selalu menjadi nomor satu di dunia, meski berbagai OS baru bermunculan tetapi karena Windows adalah sang legenda yang telah terpercaya kualitas dan kuantitasnya menjadikan Windows sebagai OS paling baik sepanjang perjalanan teknology.




Read more

Fenomena Kemerdekaan Indonesia



Ini adalah realita kehidupan bangsa di negara yang katanya telah lama merdeka namun pemerataan ekonomi dan tingkat kesejahteraan rakyat negri ini belum juga tuntas dan lekas diperhatikan pemerintahan. Bukan hujatan bukan celaan bukan penilaian yang buruk bagi petinggi negara untuk kala ini. Mereka berpacu meraih prestasi bukan dalam meningkatkan kualitas dan kwantitas negara, tapi malah berpacu dalam area negatif seperti layaknya penyelewengan uang yang ditarik dari para rakyat jelata di seluruh negri tercinta.
Terbersit dalam benak saya untuk mempertontonkan seribu kemonotonan bangsa ini, mulai dari pendidikan, kesehatan, pembangunan, pertanian dan lain sebagainya. Negri ini kaya namun kekayaan nya hanya dirasakan oleh orang kaya, sedang rakyat jelata hanya menjilat peluh dan kesah mereka dibawah tenda biru langit ini.
"Yang kaya semakin kaya, yang miskin dijadikan fakir" mungkin itulah istilah yang cocok untuk negri semoderen ini. Ketika para balita yang sedang sakit keras dicampakan oleh rumah sakit karena orang tua yang tidak mempunyai biaya, ketika anak sekolah harus putus karena terbentur kekejaman raja dunia uang si dolar yang terus meraja, ketika kasus pencurian semakin merajalela karena tekanan ekonomi yang semakin mencekik, ketika para perempuan rela menjual harga diri hanya karena mereka ingin menikmati dunia, ketika para ulama di sebut sebagai teroris karena pemerintahan yang hampir terjerit orang-orang zionis, ketika orang-orang harus rela menjadi gembel di jalanan, ketika harga sembako dan BBM yang setiap tahunnya semakin melonjak naik ke pegunungan himalaya dan sampai di puncak tertinggi, ketika indonesia semakin dinilai sebagai negara yang maju namun mengapa kata itu tidak berlaku jika menyaksikan panggung kehidupan di negeri ini, itu semua karena kepala bangsa yang tak becus menangani negara ini, karena kepala bangsa retak oleh kasus yang terus bergulir setiap hari, mereka memakan daging-daging kami yang hanya bisa melelehkan air mata kala subuh datang dan mentari tenggelam. Rasanya ingin berteriak kepada tuhan "Mengapa bangsa ini di jajah oleh bangsa sendiri? Mengapa mereka yang pintar ternyata lebih idiot dari orang idiot? Mengapa mereka memilih memakan dari sampah daripada makan di tempat bersih? Mengapa uang kotor itu selalu mereka makan? Ataukah mereka sudah tidak punya hati dan fikiran?".

Lihatlah sebagian Photo-photo karya cameramen-cameramen dibawah ini :

Lihatlah anak-anak itu menjadi pengamen mencari lembaran rupiah demi perut mereka dan keluarga, mereka berjuang melawan hari yang terik melawan hari yang dingin. Mereka tidak peduli apa kata orang, mereka hanya berfikir bagaimana mereka bisa bertahan hidup di atas Negri merdeka ini

Lihat pula panorama kemiskinan potret ketidakmampuan nya para penghuni negri ini. Mereka tinggal di bawah atap yang bocor, di dindingi dengan sesuatu yang tidak seharusnya. Apakah kalian (Pemerintah) tidak miris melihat semua ini?

Hanya menjadi pemulung salah satu profesi penghuni negri ini, yang seharusnya sudah tiada dan sudah dilenyapkan di muka bumi Indonesia ini. Mereka bergelut dengan bau dan mendekati penyakit demi menghidupi keluarga dan dirinya.

Orang tua yang seharusnya duduk di atas kursi menikmati masa tua seharusnya tidak seperti fenomena di atas duduk di pinggir jalan meminta belas kasihan orang yang melangkah menyebrangi dirinya di hadapannya. Demi hidup apapun mereka akan lakukan.

Itu hanya sebagian kecil dari fenomena kehidupan di negri tercinta ini, masih ada sejuta realita semilyar potret mengharukan lainnya di bumi tercinta ini.
Wahai para penguasa, lihatlah kami dengan mata hatimu jika memang kalian masih mempunya hati. Pandang kami sebagai manusia jangan samakan kami dengan binatang. Akui kami sebagian dari negri, berilah kami bagian dari hak kami dan kalian juga harus mentaati kewajiban kalian sebagai petinggi yang kami percayai. Kami ingin menikmati indahnya indonesia, kami juga ingin melahap hasil panen di atas negri pertiwi. Wahai petinggi aku percayakan kepada kalian, jangan sia-siakan amanah bangsa ini, jangan hianati semua kepercayaan kami, jangan munafiki diri sendiri, jangan bohongi kami dengan pangkatmu yang tinggi, jangan pernah merasa di atas rasakan lah jika seandainya kalian yang menjadi kami.

"Ya alloh ya robbi, selamatkanlah bumi pertiwi"
Kami ingin negri ini tidak ada anak sekolah yang membanting tulang di jalanan, kami tak ingin melihat para pengemis di jalanan, kami tidak ingin melihat mereka kelaparan, kami tidak ingin melihat petinggi menjadi sampah abadi, kami tidak ingin melihat rumah kumuh itu lagi, kami ingin melihat mereka bekerja yang selayaknya, kami ingin melihat pemulung itu menjadi pegawai dalam sebuah perusahaan.

Untuk para pembaca :
Apa yang akan kalian lakukan jika kalian adalah pemimpin bangsa ini?
Bagai mana cara kalian untuk menghapus derita bangsa seperti yang ada di atas?

BONUS :
Realita pembangunan yang dilupakan.
Lokasi : Jalan Cicomre - Kec. Bojonggambir - Kab. Tasikmalaya


Read more

Permainan Jaman Dulu Terlupakan Bag. 1

Seiring perputaran waktu menggantikan zaman dari waktu ke waktu, anak sekarang mungkin sudah tidak mengenal lagi permainan-permainan classik yang amat mengesankan dan selalu diperkenankan dalam fikiran menjadi memory indah masa lalu. Lihatlah mereka anak sekarang berevolusi bergandengan tangan dengan teknology. Permainan canggih sudah mereka dapatkan, permainan classic sudah tidak mereka kenal. Disini agay akan memutar otak kalian yang lahir tahun 1995 kebelakang. Agay akan memperkenalkan permainan Classic masa lalu yang akan kalian kenang dan jika kalian mengingatnya akan merasa rindu pada masa-masa itu. Cek this out !

Read more

PENGORBANAN SANG KAKAK

Cerita by HILMY Lilhero
At 2012


Sebuah keluarga kecil di perkampungan terpencil, Ibu Alfi adalah single parents, karena telah ditinggal suaminya, mereka telah bercerai karena permasalahan terntentu. Karena hal itu, Ibu Alfi harus menghidupi kedua anaknya. Hilmy anak pertamanya yang saat ini dia bersekolah di SMA. Dia bisa sekolah karena mendapatkan Beasiswa. dan Acep anak bungsu dari Ibu Alfi, dia masih bersekolah kelas 6 SD.
Sebuah Keluarga yang hidup dalam keluarga pas-pasan, bahkan lebih banyak kekurangannya. Tidak jarang kedua kakak beradik ini saling mengalah. Kalau hari ini kakaknya mengalah tidak kebagian jatah, besok adiknya yang mengalah demi kakaknya. Tidak ada iri hati dan tidak ada kebencian. Kebahagiaan adik adalah kebahagiaan kakak.
Hari itu, Hilmy dan Acep sedang bermain bersama. Tidak sengaja , Hilmy menyenggol kacamata mamahnya yang di taruh diatas meja, tejatuh dan…
“prak’, pecah. Keduanya saling pandang dan bungkam, tidak ada kata tuduhan dan tidak ada kalimat yang saling menyalahkan. Mereka kompak, diam dan tidak memberi tahukan kepada mamanya.
Ibu Alfi masuk dan mendapati kacamatanya sudah pecah. Ibu Alfi yakin salah satu di antara kedua anaknya yang menjatuhkan kacamata kesayangannya. Keduanya hanya membisu saat ditanya.
“Hilmy, kamu yang menjatuhkan kacamata mama?”, Bentak Bu Alfi kepada anak pertamannya itu. Hilmy diam menunduk mengarahkan matanya ke lantai dengan ketakutan.
“Acep, Kamu yang menjatuhkan kacamata mama?”, giliran Acep yang mendapatkan hardikkan mamanya, Acep pun hanya terdiam, sembari menggigit bibirnya.
“Kacamata ini tidak mungkin terjatuh sendiri tanpa ada yang menjatuhkan, Kalau tidak ada yang mengaku semua akan mama hukum lebih berat”.Ibu ALfi mengancam supaya ada yag mengaku. Mereka berdua sadar, meskipun mengaku tetap akan dihukum, karena sudah tahu kebiasaan mamanya. Mamanya memang sedikit lebih galak kepada Kedua anaknya setelah ditinggalkan oleh papa mereka.
Mendengar ancama mamanya, Acep langsung angkat bicara.
“Maafkan Acep mama, Acep yang menjatuhkan kacamata mama”,
Acep mengambil alih tanggung jawab kakaknya demi melindungi kakak yang sangat dia kasihi. Dia tahu konsenkuensi apa yang aka diterima dari mamanya.
“Acep, Buka tangannya, maju kemari…!”, perintah Ibu Alfi yang sudah siap memegang pecahan bambu. Dan “Bug.. bug .. bug” Kayu itu mendarat bertubi-tubi di telapak tangan Acep. Mata Acep meneteskan air mata, mulutnya merintih menahan sakit.
Hilmy tidak tahan melihat mamanya memukuli adiknya. Dia hanya bisa menahan tangis dan lari ke kamarnya. Di dalam kamar, ia tumpahkan tangisnya. Ada rasa bersalah yang tak mungkin dimaafkan oleh adiknya. Ada sesal yang tak mungkin bisa dikembalikan. Mengapa harus adiknya yang menanggung, padahal dirinya yang telah melakukan. Hilmy merasa telah berbuat kesalahan dan mementingkan diri sendiri. Seharusnya, seorang kakak melindungi adiknya, tapi kenapa justru adik yang menyelamatkan kakaknya dan terpaksa mengambil alih tanggung jawab kakaknya.

Sejak saat itulah, Hilmy Berjanji pada dirinya sendiri akan berbuat apa saja untuk adiknya agar kelak menjadi orang yang sukses, berhasil, mengangkat harkat martabat orang tuanya, dibaggakan oleh seluruh keluarganya.
***
Waktu terus berjalan. Acep telah lulus SD. Acep berhasil mendapatkan NEM yang membanggakan. Seharusnya Acep diterima di SMP yang menjadi idaman semua siswa. Ibu Alfi dan Hilmy merasa gembira, Acep lulus SD. Tetapi kegembiraan itu pupus setelah menyadari betapa tingginya biaya pendidikan. Dan Hilmy lulus dari SMK dengan NEM yang sama membanggakannya, dia sangat berkeinginan untuk melanjutkan pendidikannya ke Universitas yang besar.  Tapi bagaimana bisa Ibu Alfi menyekolahkan kedua anaknya, sementara perekonomian keluarga lebih banyak kurangnya daripada pasnya. Lagi-lagi kedua kakak beradik itu diuji kebersamaan dan kasih sayangnya.
Mulanya sang adik bersihkeras mengalah demi kakaknya, agar dapat melanjutkan ke Universitas yang sangat diinginkan kakaknya itu. Dia memilih tidak meneruskan sekolah, dia lebih memilih membantu perekonomian keluarganya, agar kakaknya bisa sekolah.
Kini Acep sudah duduk dibangku SMP. Biaya pendidikan bisa ditanggungi, apalagi Hilmy ikut bekerja menghidupkan keluarga ini. Masalahnya, sesudah tamat SMP, Acep harus melanjutkan ke SMA. Masih mampukah keluarga ini membiayai pendidikan Acep sampai tingkat selanjutnya.
“Kak Hilmy, Acep sekolahnya sampai SMP saja ya”, Acep menyampaikan keinginan itu kepda kakaknya. Dia cukup memaklumi kondisi keluarga. Tetapi Hilmy tidak menanggapinya, justru memberi motivasi dan mendorongnya untuk terus bisa melanjutkan sekolahnya.
“Acep, kamu harus terus bisa sekolah sampai SMA, kakak akan usahakan demi kamu, malahan kamu harus terus melanjutkan sampai perguruan tinggi. Kakak akan bekerja keras supaya kamu masih tetap sekolah” Hilmy meyakinkan adiknya.
“Tapi kak.. Bukannya kakak juga ingin kuliah?”
“yang penting itu kamu, kakak akan melakukan apa saja untuk kamu dek. Biarlah mimpi kakak tertunda. Kakak ingin kamu menjadi orang hebat kelak, dan menjadi kebanggaan mama dan kakak.” Hilmy semakin meyakinkan acep agar kelak menjadi orang hebat.
“Acep sayang kakak, kakak adalah kakak terbaik didunia, Acep gak mau kehilangan kakak. Aku janji kak, aku akan sekolah yang bener dan bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Aku akan jadi adik kebanggaan kakak.” Terang Acep sembari meneteskan air mata dipundak kakaknya.
“Nah itu baru Acep Zam-Zam Apriliawan adiknya kakak, kakak bangga padamu. Kakak yakin kamu bisa, dan semua impian Acep akan tergapai”, Hilmy seraya membelai lembut adiknya.
***
Ternyata mencari kerja di kota tidak mudah. Dia mondar-mandir kota Jakarta demi membiayai sekolah adiknya dengan Ijazah SMA nya. Melamar kerja kesana-kemari, mengadu nasib di kota metropolitan. Lelah terasa selama 3 Minggu dia masih belum mendapatkan pekerjaan, dia merasa putus asa, dalam batinnya bergumam “Bagaimana aku bisa menyekolahkan adikku?”, dalam hatinya hanya adiknya.
Uang tabungan yang sengaja dia menabung untuk bekal di Jakarta sudah habis, dia semakin putus asa dan bingung harus bagaimana?. Tapi semangatnya tidak pernah habis, hanya satu motivasinya, dia terus mengucap “Acep, Demi Acep MI” dalam hatinya. Sampai sore haripun dia masih belum mendapatkan pekerjaan, Hilmy pun memutuskan untuk pulang ke kontrakannya yang masa kontraknya besok sudah habis. Di tengah perjalanan dia merasa lelah dan memutuskan untuk istirahat sejenak disebuah kursi di sebuah taman kecil. Dia mengusap keringat dingin di keningnya, menyimpan tas disampingnya. Dia melirik ke seluruh arah taman yang sangat sepi ini, di pojok taman Nampak seorang lelaki tua berumur sekitar 75 tahun.
Hilmy segera menghampiri kakek yang sedang kebingungan itu.
“Kakek, namanya siapa dan mau kemana?” Tanya Hilmy penasaran.
“Kakek gak tahu nak, kakek ingin pulang nak. Tapi kakek harus pulang kemana” jawab kakek kebingungan.
“Nampaknya Kakek ini sudah pikun atau hilang ingatan” gumam Hilmy dalam hati. Karena merasa kasihan pada kakek itu, Hilmy memutuskan untuk membawa pulang kakek itu ke kontrakannya. Hilmy terus mencari identitas kakek tersebut, dengan cara sedikit mengintrogasi kakek itu. Namun kakek itu tidak ingat identitasnya.
Sudah sebulan Hilmy merantau di Jakarta, tapi belum mendapatkan hasil, dia belum bisa mengirim uang ke kampung untuk adiknya. Kini beban Hilmy semakin bertambah dengan hadirnya Kakek itu, tapi Hilmy tidak merasa risih, dan dia merasa senang karena ada yang menemaninya. Dan hadirnya kakek itu membuat Suasana lebih cerah, karena kakek ini pintar melawak.
Ibu kontrakan sudah menagih uang kontrakan dengan galaknya. Sementara Hilmy sudah tidak memiliki uang lagi, uang simpanannya sudah habis. Hilmy pun semakin bingung, tapi bukan Hilmy sang pemimpi jika harus berhenti sampai disini. Hilmy tetap semangat mencari pekerjaan demi menghidupi dirinya dan kakek di Jakarta serta menyekolahkan adiknya yang menjadi pilihan utama. Dengan Kegigihannya, Akhirnya Hilmy pun mendapatkan pekerjaan sebagai Pelayan disebuah Café. Hilmy bisa mulai bekerja besok. Dan Hilmy pun segera pulang ke kontrakan dengan langkah tergesa, tidak sabar ingin memberitahukan kepada keluarga dirumah, dan kakek.
“Kakek, akhirnya aku dapat pekerjaan kek”, teriak Hilmy sembari membuka pintu kontrakannya. Tapi kesenangan Hilmy buyar, setelah melihat kakek tak sadarkan diri. Sepertinya kakek terjatuh dan pingsan. Dengan bantuan tetangga kakek dilarikan ke rumah sakit terdekat. Disaat sampai dirumah sakit, kakek langsung dibawa oleh suster keruang UGD. Ditengah perjalanan tempat tidur yang bisa didorong itu, “Kakek? Papa itu kakek” teriakan seorang anak kecil sembari menunjuk kearah kakek yang sedang dilarikan ke UGD.
“Maafin Andri pak, Andri janji gak akan menyia-nyiakan bapak lagi” Tiba-tiba seorang Bapak-bapak berpakaian rapi seperti orang kantoran menghampiri Kakek dan memeluknya. Sepertinya orang tersebut adalah keluarganya kakek. Setelah Kakek sadar, Kakek menceritakan semuanya pada Hilmy, Bahwa dia memang pura-pura hilang ingatan dan kabur dari rumahnya. Karena dirumahnya dia merasa kesepian. Karena Pak Andri anak satu-satunya sibuk dengan pekerjaan dan cucunya. Hari sudah malam, Hilmy putuskan untuk pulang ke kontrakannya. Dan Besok Hilmy sudah mulai bekerja.
Keesokan harinya, “kukukuuukk” suara klakson mobil membangunkan tidur lelap Hilmy, Hilmy langsung mengecek keluar. Ternyata Kakek dan Pak Andri yang sengaja mampir kerumah Hilmy.
“Terimakasih sudah menolong ayah saya, kalau gak ada kamu mungkin ayah saya…” Ucapan terima kasih Pak Andri kepada Hilmy, yang disambut senyum olehnya.

“Sebagai tanda terima kasih saya, saya akan membiayai semua biaya adik anda sampai tuntas, sampai sarjana” Pernyataan yang membuat Hilmy tersentak kaget, sepertinya Kakek memberitahukan semua tentang Hilmy pada pak Andri. Dulu Hilmy memang menceritakan kehidupannya kepada kakek, dan tujuan utamanya mereantau ke Jakarta.
“Tidak usah pak, saya Ikhlas menolong kakek” Tolak Hilmy
“Ayolah Hilmy, kamu jangan menolak rezeki yang dari dulu kamu inginkan” Potong kakek, Akirnya Hilmy menerima bantuan dari Pak Andri. Dan merasa tidak menyangka dengan semua yang terjadi. Sujud Syukur tanda terima kasih Hilmy kepada Allah, yang telah mewujudkan keingiinannya.
***
Tidak sia-sia perjuangan Hilmy, Acep telah mampu menempuh pendidikannya tepat waktu, berhasil Lulus SMA. Acep menjadi Siswa dengan NEM tertinggi disekolahnya, dan mendapatkan penghargaan. Serta Beasiswa untuk melanjutkan kuliah di Universitas Besar di Indonesia.
Acep tak kuasa menahan tangis ketika disebut namanya, disaat Kelulusan. Air matanya terus mengalir dan dadanya sesak menahan keharuan. Segera dia berlari meninggalkan panggung kehormatan mencari Hilmy, diantara kerumunan orang banyak.
Semua perhatian orang tertuju padanya, ada keheranan karena upacara belum selesai. Ada yang berlari dibelakangnya, takut terjadi sesuatu. Hilmy ditemukan di deretan paling belakang. Lalu di peluk dengan erat kakak kebanggaannya. Keduannya terlibat dalam keharuan, tak bisa berkata-kata, selain isak tangis dan sesenggukan.
Disitulah,Acep menyatakan bahwa keberhasilannya milik Hilmy, kakaknya. Tidaklah sebanding perjuangan kakaknya dengan secuil kertas sertifikat Ijazah yang diterima. Terlalu tinggi nilai-nilai kasih sayang dan persaudaraan seorang kakak kepada adiknya.
Hilmy melupakan mimpinya untuk bisa kuliah, karena dia percaya adiknya bisa merubah perekonomian keluarganya. Tapi tidak menjadikan Acep sebagai punggung keluarga, Karena kini Hilmy sudah bekerja sebagai pegawai HRD di kantornnya Pak Andri. Kini Impian Hilmy beralih Menjadi “Ingin memberangkatkan mama Alfi ke Haji”.
The End…
Read more

PERMINTAAN TERAKHIR

Cerita by HILMY Lilhero
At 2012

“Kak hilmy, bangun kak, udah siang!!” Adikku mengguncang-guncang tubuhku yang masih asyik meringkuk dibalik selimut sambil memeluk guling.
 “ahh kakak, kebluk banget sihh mau ke kampus gak kak?” Guncangnya lagi membuat aku kesal karena bibir mungilnya berteriak tepat di telingaku.
“Acep, berisik banget ya pagi-pagi!” bentakku yang terpaksa bangun karena ulahnya barusan.
“Ini sudah siang kak, lihat tuh jam gimana sih?” adikku menunjuk jam weker di meja tepat di samping kasurku.
“ujukupret” aku langsung terhenyak dari tidurku, Demi melihat waktu sudah jam Lima lebih Dua jam. Hari ini ada mata kuliah jam 7. tapi ada sesuatu yang aneh, kenapa jam analog ku gak berdering, perasaan sudah di set jam 6 pagi, dengan penuh penasaran aku langsung mengecek jam weker ku
 “Aceppppppppp”
Mendengar teriakanku, adikku langsung terbirit keluar kamar sambil cekakakan, Rupannya si jail itu sudah mengubah settingan alarmku jadi jam 9, emang dasar nyebelin tuh anak, anaknya emang super jail. ini bukan ulah pertamanya, memang ada aja ulah anak unyu ini. Gak aku, mama sama papa juga udah termasuk korban kejailannya. Dia baru kelas satu SMP umurnya 12 tahun. Dia biasa aku panggil deblo (dede belo) karena matanya itu belo, sama sih aku juga belo tapi kebeloan aku kalah dari belonya dia.
“sudahlah mi, lagian kamu kebiasaan susah bangun, makannya jangan Cuma ngandelin jam weker doank, kan hape kamu juga ada alarmnya” nasehat mama alfi di meja makan ketika kami sedang sarapan, sedangkan adikku masih saja cekikikan di kursi, dia memang sedang libur sekolah
“iya mah, tapi jam weker ku diiii” omongan ku segera di potong acep yang duduk di sebelahku.
“iyaa tuh kak, kakak kan males bangunnya suka kesiangan” potong adikku
“bukan gitu mah, tapiii” penjelasanku yang kini di potong sama papah ali
 “udah berisik hilmy, acep setiap hari kalian ribut mulu, cepetan hilmy entar kesiangan, papah juga udah telat ke kantor” potong papah Ali yang membuat aku dan acep berhenti berdebat.
Aku pun buru-buru nyelsain sarapan dengan meminum segelas air putih dan satu gigit roti isi.
“mah, hilmy berangkat dulu ya mah” aku mencium tangan mamahku yang bawel ini, kemudian aku menghampiri Acep
“awas yaa cep, entar kakak balas lebih kejam, lebih tajam setajam golok” bisikku ke telinga acep. Acep hanya tertawa kegirangan, aku cubit aja pipinya eh dia malah kabur, sepertinya dia sudah tau, soalnya setiap pagi pasti tuh aku cubit pipinya, emang dasar nyebelin.
Akhirnya aku berangkat ke kampus, dengan langkah tergesa-gesa. Dan seperti biasa meskipun kami ribut tapi kami tidak lupa untuk bersalaman khas kami.

***
 “mi, adek lo mana? katanya lo mau ngajak dia” dengan langkah tergesa Sarah menghampiriku yang sudah menunggunya dari tadi. Sarah itu sahabat aku, aku dan Sarah emang sudah janjian di mall ini, kami sengaja memilih foodcurt di lantai paling atas sebagai tempat pertemuan kami, selain bisa santai, kami juga bisa browsing dan Interneta sepuasnya, karena dilengkapi dengan fasilitas Wi Fi. (Sponsor)
“Jauh udah nunggu lama gue, sampe nih pantat akaran yang elu tanyain adek gue!” rututku kesal yang langsung disambut tawa kecil sahabatku itu.
 “yaa maaf abisnya gue kangen banget sama si deblo, tadi di jalan gue kejebak macet brow. Oh ya, katanya ada yang mau di ceritain, apaan tuh?”mendengar colettahannya, aku langsung membuang ekspresi cemberutku kemudian menarik nafas sejenak.
“gini rah, akhir-akhir ini ada yang  aneh dengan adek gue, kamar gue sama kamar dia kan bersebelahan, beberapa hari ini gue sering denger acep ngomong sendirian dikamarnya, kaya tadi malam dia masih ngobrol sama seseorang, kayanya obrolannya itu ada hubungan sama gue”aku mulai bercerita apa yang aku alami tadi malam, ya akhir-akhir ini acep jadi aneh suka ngomong sendirian.
“yaa hilmy, dia kan masih kecil. Di usianya yang sekarang itu hal yang wajar, biasanya mereka punya teman sendiri, yaitu yang ada dalam pikirannya, gue juga waktu kecil gitu suka ngomong sendirian,” Sarah Nampak tenang mendengar ceritaku.
“Tapi rah, teman acep itu kaya yang benar-benar ada. Gue ngerasain sesuatu yang aneh dengan sikap adik gue”lanjutku cemas.
“sudahlah mi, dia gak apa-apa koq, percaya sama gue. Dia tuh calon handal abad ini” terangnya bangga sambil terkikik, aku hanya tersenyum kecil melihat ulahnya. Pikiranku masih diselimuti pertanyaan-pertanyaan aneh tentang adikku. Sebenernya aku sudah bicarain hal ini sama mamah alfi, dan jawabannya percis seperti Sarah barusan, katanya dulu juga aku begitu suka ngomong sendirian.

“Hai acep, dari mana saja kamu!?”
“Hai kak Sarah, barusan acep baru maen dari sana”adikku menunjuk suatu tempat permainan yang ada di sebelah kanan tempat kami duduk.
“kak arah, katanya kemaren mau beliin acep Es krim Magnum Gold (*Sponsor), mana nih?”
“hush, kamu masih inget aja yaa? Itu kan janji kak arah setahun yang lalu”aku pura-pura menegur adikku, niatnya sih mau menyindir arah,
“iyaa deh deblo, entar kakak beliin” Ujar arah seraya mencubit kecil pipi adikku.
“oh ya cep, semalam kamu mimpi apa? Koq sampai kamu ngomong sendirian!” mendengar pertanyaanku, adikku langsung terhenyak, dia memandangku sejenak dan menyeruput milkshake pesenannya tadi di meja, aku dan arah hanya memperhatikan ulah acep, sambil menunggu jawabanya.
“Namanya wardah, dia teman baruku, dia seumuran dengan ku, setiap malam wardah datang ke kamarku, kami slalu main sama-sama, aku ajarin dia maen game di laptop, atau ngobrol, pokoknya dia bakalan pergi kalau aku sudah ngantuk”penjelasan adikku membuat aku tercengang, Sarah memandangku sambil mengerutkan keningnya mengangkat bahu tanda tak mengerti.
“apa dia nyata, atau hanya ada dalam imajinasi kamu saja cep?”Tanya sarah mulai penasaran.
“tentu saja nyata, memangnya kenapa sih kak?”volume suara adikku sedikit mengeras, nampaknya dia tidak suka kami mengintrogasinya.
“kakak ngerasa aneh aja cep, dia datang dari mana coba, koq tiba-tiba muncul dikamar kamu?”aku juga ingin semakin tahu, apa munkin sahabat adikku itu hantu? Hihiiyyy
“Acep juga gak tau kak, kadang dia muncul dari lemariku, katanya dia seharian ngumpet disitu, kadang mengetuk pintu dulu, pokoknya sebelum jam dua belas malam dia slalu mengunjungiku”tak ada keraguan di wajah adikku ketika menceritakan teman misteriusnya itu. Tampaknya dia tidak sedang mengarang cerita. Aku jadi khawatir dengan keadaan adikku, siapa sebenarnya temannya itu yang bernama wardah?

***
“wardah, kakakku nggak mungkin mau aku ajak liburan ke pantai. Dia itu trauma sama namanya ombak, pokoknya pasti nggak mau deh,” suara adikku dari kamar sebelah kembali terdengar sayup-sayup di telingaku. Tidak ada sahutan dari lawan bicaranya, aku hanya mendengar suara acep, sepertinya adikku sedang menanggapi perkataan teman barunya yang masih misterius itu. Ku lirik jam wekerku, setengah dua belas malam.
“wardah, jangan donk. Kamu jangan kaya gitu. Mama, papa sama kakakku bisa marah sama aku”lagi-lagi kata-kata yang tidak jelas maksudnya, terlontar dari mulut acep. Karena penasaran, aku beranikan diri untuk menengok ke kamarnya. Aku ingin tahu siapa yang berbincang dengan adikku sebenarnya.
Aku berjalan menuju kamar acep. Sesampainya didepan pintu, aku tidak langsung masuk. Ku rapatkan telingaku di pintu dan sedikit tersentak kaget karena mendengar suara benda jatuh dari dalam.kedengarannya cukup keras ditelingaku.
“BRUKK!!”serta merta aku langsung membuka pintu kamar acep yang memang dibiarkan tidak terkunci.
Hening, hanya suara detak jarum jam dinding bergambar Angry Bird yang aku dengar disana. Aku menatap sekeliling ruangan, sebuauh buku tebal Nampak tergeletak dilantai dekat rak buku. Mungkin itu benda yang aku dengar jatuh tadi. Sedangkan adikku dengan pulasnya terlentang di tempat tidur. Seperti biasa tidurnya gak bisa diam. Bukannya kepala yang ada dibantal, malah kakinya, selimutnya ada dibawah kasur, gulingnya juga, seprainya juga tidak kalah berantakan. Wah…wah…wahhh dasar, tapi acep kalo dibangunin gampang gak susah kaya kakaknya ini.
Kudekati tubuh adikku, wajahnya tampak kelelahan. Kata orang-orang adikku ini sangat lucu da menggemaskan, tapi bagiku adikku ini adik yang bawel nyebelin dan jail. Anak 12 tahun yang hobi banget sama namanya Bola Voly, padahal aku gak suka Bola Voly, lebih suka ke sepak bola tapi gak bisa maennya. Banyak perbedaan dan kesamaan dari kami, perbedaannya adalah dalam dunia bola dia suka Barcelona, aku suka Manchester United, dalam dunia music dia suka lagu Pop, aku suka lagu R&B dan HipHop. Tapi kami juga punya kesamaan yaitu sama-sama bawel, jail dan nyebelin dan kalo berangkat suka pake sepatu didalam rumah, kalo mandi suka lupa bawa handuk, kalo BAB ceboknya harus pake sabun. Di balik perbedaan itu, kami slalu kompak meski kami suka beda pendapat.
Ku dekatkan taganku ke wajahnya,Ku cubit pipi adikku pelan, ternyata perbuatanku membuatnya terbangun.
“kak hilmy?koq ada di kamar acep kak?ngapain”setengah mengantuk, adikku berbicara kepadaku. Adikku mengeliat dan menutupi mulutnya yang mulai menguap.
“tadi kakak denger kamu lagi ngobrol nggak tahu sama siapa. Makanya kakak kesini buat mastiin siapa sebenarnya yang sedang berbicara sama kamu cep,” adikku bangkit dari tidurnya, dia duduk dikasur lalu memandangku lekat-lekat.
“dia sudah pergi kak”sahutnya pendek. Aku semakin bingung dibuatnya. Secepat itukah teman barunya menghilang?padahal tadi diluar kamar, aku masih mendengar obrolannya meskipun telingaku tidak menangkap suara lawan bicara adikku.
“kak hilmy, acep boleh minta sesuatu gak?”aku tersentak dari dunia khayalku.
“minta apa cep”
“mmh.. minggu besok temenin acep ke pantai ya kak?, acep pengen banget liburan ke pantai, kakak mau yaa?”pintanya memelas.
“Pantai? Cep, kamu tahu sendiri kan? Kakak itu phobia sama namanya pantai, kakak sudah nggak mau lagi kesana, kakak takut cep, melihat pantai di tv aja kakak ngeri apalagi datang langsung”
“tapi kak, pantai itu indah. Lagipula wardah pengen banget kakak pergi kesana. Dia nyuruh acep buat ngajak kakak ke pantai, kalau enggak dia bakalan jahat sama aku kak” obrolannya tampak serius, tapi aku masih tidak percaya dengan celotehan adikku.
“dulu pantai itu indah seperti surga, tapi sekarang pantai itu tempat yang mengerikan. Memangnya siapa wardah itu beraninya nyuruh kakak. Pokoknya kakak nggak mau, kalo kamu tetep ngotot kamu ajak aja mama sama papa”
“nggak bisa kak, wardah pengennya kakak ikut”
“wardah lagi, wardah lagi. Sudah lah cep, jangan bicara omong kosong terus, weardah itu cuman teman khayalan kamu, wardah itu nggak nyata”aku tidak menggubris ucapannya
“sudahlah, kakak ngantuk. Kakak mau tidur”aku mengambil bantal guling berwarna merah yang terletak dibawah kasur. Ku rebahkan tubuhku diatas tempat tidur adikku. Serta merta, adikku langsung memprotes ulahku.
“idiiih, kak hilmy, itu kan bantal guling acep. Kak hilmy nyempitin aja nih, acep tidur dimana kak?”teriaknya sembari berusaha merebut bantal gulingnya dari pelukanku. Namun aku mendekap guling kesayangnya yang bergambar barca, aku mendekapnya dengan erat sambil membelakanginya.
“kak hilmy nyebelin”
“hahh ciyuss?? Miapa?, bodo amat ahh, kakak ngantuk nih sudah kamu tidur dibawah aja, lagian tidur kamu itu gak bisa diam, besok pagi juga tahu-tahu kamu udah bangun di bawah, terus guling ini juga buat apa ntar kamu tending-tendang nih guling, kasur sendiri dibikin kapal pecah.. hmmm.. selimutnya juga kakak pakai juga ahh” aku menarik selimut adikku, sempat heran karena tidak suara teriakan protes dari adikku. Ku balikan badanku, eh gak tahunya udah tidur pulas disampingku. Jadi dari tadi aku ngoceh sendirian?Huhhhh dasar adek jail. Wkwkwkwk

***
Hari-hari berikutnya banyak kejadian aneh yg menimpa adikku. Pagi-pagi sebelum berangkat sekolah, pasti ada aja ulahnya. Sepatunya hilang sebelah lah, seragamnya tiba-tiba kotor lah, padahal tuh seragam baru kering kemarin dan semalam baru disetrika.
“Ini pasti ulahnya wardah. Tuh kan bener kan kak? Dia jadi jahat sama aku” teriaknya panic, karena pagi ini, giliran buku PR nya yang raib dari tasnya.
“lahh koq jadi salah kakak? Kamu lupa naro kali cep, coba cari yang bener” ketusku kesal,sebab setiap hari ada aja yang di ributinya dan dia selalu menyalahkan wardah dan aku. Katanya gara-gara aku gak mau di ajak ke pantai, wardah jadi marah sama dia. Huhh, seenaknya saja nyalahin orang lain.
Hari terus berganti dengan berbagai kejadian menyebalkan yang menimpa adikku. Aku tetap tidak menghiraukannpernyataannya yang aku anggap konyol. Mana mungkin teman misteriusnya itu tiba-tiba muncul lalu membuat ulah di rumah ini? Apa itu sangat sunnguh tidak masuk akal? Namun beberapa hari kemudian, giliran aku mengalami kejadian-kejadian aneh. Setiap pulang kuliah, kamarku slalu berantakan. Buku-buku yang ada di rak bertebaran dimana-mana. Ketika aku menanyakannya kepada seluruh penghuni rumah, tak seorangpun yang mengakui perbuatan konyol itu. Begitupula adikku, dia hanya bisa bilang kalau semua ini pasti perbuatannya wardah yang sedang marah sama aku. Lagi-lagi adikku itu membuatku dongkol.
Tiga hari berturut-turut kejadian it uterus berlanjut. Aku tidak tahu kapan perbuatan itu dilakukan oleh orag yang tidak bertaggung jawab. Di hari keempat, kebetulan aku pulang kuliah lebih awal. Rupanya adikku juga sudah pulang sebab aku melihat tas ranselnya tergeletak begitu saja di kursi ruang tamu ketika aku masuk tadi.
Ku langkahkan kaki menuju kamarku yang terletak di lantai atas. Dari luar kamar, aku sempat mendengar beberapa benda berjatuhan di dalam ruang pribadiku. Hmmm.. pasti ini orang yang setiap hari mengobrak-abrik kamarku. Lihat saja, aku bakalan bikin perhitungan. Bathin k uterus menggumam walaupun ada sedikit perasaan was-was, takut apa yang dikatakan adikku benar. Bagaimana jika wardah-wardah itu berwujud makhluk halus? Hiiyy.. ah tapi, masa siang bolong begini ada hantu sih? Kubuang perasaan takutku ke tong sampah dekat pintu kamarku. Ku beranikan diri membuka pintu kamarku, dan.
“Acepppp!!” adikku yang sedang memainkan komputerku terlonjak kaget. Sejenak dia memalingkan wajahnya ke arahku. Matanya menatapku, dia Nampak ketakutan lalu ambruk ku dekati tubuh adikku dan langsung mengguncang-gucang badannya.
“Heh bangun, cep! Jangan pura-pura pingsan ya! Ayo bangun, mau nyangkal apa lagi, sekarang sudah jelas siapa yang setiap hari ngacak-ngacak kamar kakak! Bangun cep. Kalau enggak, kakak cubit nih” aku mendaratkan cubitanku dilengannya, dia tetap tak bergerming dengan posisinya. Perasaanku yang tadinya kesal berubah menjadi khawatir, ketika dia benar-benar pingsan. Apa dia shock karena aku datang dan membentaknya secara tiba-tiba?
“acep, bangun cep” lirihku sembari menepuk pipinya pelan.
***
“kak, percaya sama acep kak. Bukan acep yang ngelakuin semuanya,”
“denger ya cep, kakak dari dulu sudah bilang kalau kakak gak suka ada orang yang masuk ke kamar kakak, memakai barang-barang kakak tanpa izin, apalagi ini sampai mengacak-ngacaknya. Kakak gak suka cep, terus siapa lagi kalau bukan kamu yang ngelakuin semuanya”aku tetap bersikeras memaksanya untuk mengaku setelah baru saja adikku bangun dari pingsannya.
“wardah, dia yang ngacak kamar kakak. Tadi aku kesini untuk menyegahnya kak”bantahnya lagi.
“wardah, wardah, wardah? Bagaimana mungkin kamu bisa menuduh orang lain sedangkan yang ada di kamar kakak Cuma kamu cep. Terus bagaimana bisa kamu masuk ke kamar kakak, padahal pintunya sudah kakak kunci?” bentakku kesal.
“Acep  juga gak tahu bagaimana caranya dia masuk ke kamar kakak. Dia tiba-tiba pergi begitu saja setelah kakak muncul,”
“yang kakak tanyain tuh bagaimana caranya kamu bisa masuk ke kamar kakak, bukan wardah. Sudahlah kakak capek berdebat sama kamu cep. Kamu jadi aneh cep. Sekarang kamu ke kamar, tunggu sampai mama pulang belanja,” lanjutku menyudahi pertengkaran kami. Acep beranjak dari tempat tidurku dan melangkah gontai menuju kamarnya.

***
 Rasa haus di tenggorokanku membuat aku terbangun di tengah malam.kunyalakan lampu kamar  kelu, mulutku terkunci rapat tidak bisa mengeluarkan suara sedikitpun. Hanya nafasku saja yang terus memburu, jantungku berdetask kencang demi melihat seorang anak perempuan seumuran adikku kini telah berjalan mendekatiku.
“Namaku wardah, kak hilmy gak usah takut. Aku gak jahat koq, aku gak bakalan ngigit kakak. Aku Cuma pengen ngobrol sama kakak” ucapnya ramah seraya tersenyum manis kearahku. Perlahan-lahan aku bisa mengendalikan diri dan mulai bisa berkata-kata
“Ma..mau ngobrol apa?” tanyaku agak tergagap.
“Sebelumnya aku mau minta maaf karena sudah membuat kak hilmy kaget, dan akhir-akhir ini telah membuat kekacauan dirumah ini. Aku terpaksa memanfaatkan Acep untuk melakukan semua itu,” dia terdiam sejenak kemudian melanjutkan ceritanya.
“Dulu aku hanya bisa mengendalikan pikiran orang lain yang lebih kecil atau seumuran denganku. Sekarang aku mencoba mengendalikan pikiran kakak,”
“mengendalikan pikiran? Maksud kamu?” potongku tak mengerti.
“Ini seperti mimpi, tapi nyata. Sulit untuk aku jelaskan kak. Yang pasti dengan begini aku bisa berinteraksi dengan orang lain, meskipun sebenarnya jasadku sedang tidak berada disini. Aku juga bisa membuat orang lain melakukan apa yang aku inginkan. Seperti akhir-akhir ini, memang acep yang membuat kekacauan, tetapi itu diluar kesadarannya. Di pikran dia, akulah pelakunya. Tetapi di dunia nyata dia sendirilah yang melakukannya,” kata-kata wardah sulit dipercaya. Aku hanya bisa menyimak tanpa berani bertaya lebih jauh.
“Kak Hilmy mungkin belum bisa memahami semua ini. Akan aku jelaskan kenapa aku bisa berinteraksi dengan kakak. Begini kak, aku dilahirkan dalam keadaan tidak normal. Kulitku tidak bisa menahan sinar matahari sehingga membuatku harus tetap berada di ruangan dengan suhu tertentu. Tapi aku diberi kelebihan, yaitu bisa berinteraksi jarak jauh lewat pikiran dengan syarat, bagian tubuhku ada ditempat itu. Mungkin kakak masih ingat, apa yang membuat kakak trauma dengan laut,” ucapannya memaksaku untuk memutar memori ke kejadian setahun yang lalu.
Ketika itu, aku dan teman-temanku pergi ke pantai Cipatujah yang berada dikawasan Jawa Barat. Aku bersenang-senang disana dengan cara seperti anak Punk, aku kesana buka dengan kendaraan pribadi. Malahan aku gak bawa uang sepeserpun. Aku dan teman-temanku menempuh pantai Cipatujah dengan menumpang ke Mobil yang mengangkut kami, baik itu truk atau sebuah pick up. Akhirnya sampai juga dipantai Cipatujah, tapi tiba-tiba sesuatu yang buruk menimpaku. Pada saat kami berenang melawan ombak yang cukup pasang, kakiku kram dan sulit digerakan. Teman-temanku sudah jauh dari pandangan, aku terpisah dari mereka dan terseret ombak sampai ke tengah laut. Sesekali aku berteriak meminta tolong. Ombak yang pasang membuatku terombang-ambing sampai akhirnya bagian mataku terbentur karang hingga mengeluarkan banyak darah. Beruntung aku segera diselamatkan oleh penjaga pantai yang denga sigap memberikanku pertolongan pertama sebelum diboyong ke rumah sakit.
Seharian aku berbaring di rumah sakit. Sebelah mataku masih dibalut perban. Setelah perbannya dibuka, aku menjerit karena penglihatan mata kiriku sudah hilang. Aku hanya melihat dengan mata sebelah kanan saja. Kata dokter, kornea mataku telah rusak dan untuk menyembuhkannya, aku harus dioperasi. Tetapi operasi itu tidak dapat dilakukan sampai ada orang yang mau mendonorkan kornea matanya untukku.
Seminggu kemudian, aku dibawa ke Jakarta untuk menjalani operasi disana. Dari dokter kenalan papaku disana katanya ada seorang pasien yang bersedia mendonorkan kornea matanya untukku. Akhirnya akupun berhasil menjalani operasi kornea mataku dengan sukses. Aku sangat bersyukur mataku telah kembali normal. Aku sangat berterima kasih, ini semua berkat do’anya mama alfi, papa ali dan Jagoan Kecilku Acep. Dan tidak lupa kepada seseorang yang telah mendonorka kornea matanya untukku. Sejak kejadian itu, pantai menjadi tempat mengerikan baiku.
“Kornea mataku ada di mata kakak, makannya aku berada ditempat ini dan bisa berinteraksi dengan Acep dan kakak” Ucapannya membuyarkan lamunanku.
“Ap..apa kamu masih hidup wardah? Atau..”
“Aku masih hidup kak. Tapi keadaanku semakin hari semakin memburuk. Sebelum aku pergi, aku ingin sekali melihat laut. Kata mamahku, laut itu indah. Aku ingin pergi kesana kak, tapi itu mustahil. Hanya dengan kak hilmy pergi kesana, aku bisa melihat indahnya laut. Kakak mau kan?.,Please.. aku janji, setelah itu aku nggak bakalan ganggu kakak sama Acep lagi,” lirihnya memohon kepadaku.
“Iya wardah, kakak bakalan ke sana walaupun kakak masih takut. Demi kamu, kakak mau melakukannya. Kamu sangat baik sama kakak dan mungkin apa yag kak Hilmy lakuin belum sebanding dengan pengorbanan kamu untuk kakak. Terimakasih banyak wardah, kamu sudah mau mendonorkan kornea matanya untuk kak Hilmy,” senyumanku dibalas dengan senyuma manisnya.
“Terimakasih kak,” dia memelukku erat lalu sosoknya tiba-tiba menghilang entah kemana. Aku tertegun , menatap sekeliling ruang kamarku yang hening. Apa barusan itu nyata atau hanya sekedar mimpi? Mungkin inilah yang selalu dialami adikku Acep.
***
Angin semilir pantai terasa sejuk walaupun awalnya aku merasa gugup karena rasa takut masih menyergapku. Untungnya, dengan tekadku yang besar untuk mewujudkan mimpi peri kecil penolongku dan tentu saja berkat dorongan semangat sahabatku Arah dan adikku Acep juga, aku bisa mengusir rasa trauma secara perlahan. Kini aku telah berani berdiri sendiri dibibir pantai, membiyarkan air laut menggerayangi telapak kakiku. Awalnya aku tidak mau melakukan hal ini. Namun dengan sabar Arah dan Acep menuntunku mendekati bibir pantai yang pada akhirnya aku bisa melewati ketakutanku sendiri.
“Kak Arah.. Ayo kejar aku..!!”teriak adikku gembira. Dia dan Arah masih asyi berkejar-kejaran di pinggir pantai. Setelah luas memandangi laut lepas, kuputuskan untuk beristirahat di atas tikar yang sengaja kami sewa.
“bagaimana sekarang my?” tanpa kusadari, Arah sudah ikut duduk disebelahku. Nafasnya masih ngos-ngosan karena kecapean.
“Jauh lebih baik,” sahutku. Mataku tak lepas dari sosok adikku yangkini sedang asyik membuat istana dari pasir.
“Adik lo kelihatannya seneng banget ya?”
Tentu Rah,dia lagi asyik main pasir bareng wardah,”
“wardah?” Arah terbengong-bengong. Dimatanya, acep sedang bermain sendirian. Tapi dalam pandanganku Acep sedang asyik bermain pasir dengan sahabatnya, wardah.
“kadang apa yang lo lihat nggak seperti yang gue lihat,Rah”tuturku meyakinkannya. Sebelumnya, aku memang telah bercerita tentang Wardah dan alasanku untuk nekat pergi ke pantai bersamanya.
“Lihat!Mereka berdua sedang kejar-kejaran. Acep merusak istana pasir wardah dan itu membuat wardah kesal..” tawaku riang.
“Hmm.. gue Cuma lihat adik lo lari-lari sendiri sambil tertawa sendirian,”celetuknya membuatku kembali terkekeh.
Hari semakin sore, setelah membersihkan diri dan makan Ayam bakar di sebuah restoran pinggir pantai, kami memutuskan untuk pulang. Tidak lupa kami bertiga mengamati sunset dulu. Indah, sangat indah. Kami larut dalam lamunan masing-masingketika memandangi semburat cahaya kuning sunset itu. Hatiku terasa damai dan begitu tenang, setenang air laut yang mulai surut. Setenang adikku dan Arah yang ikut terbawa suasana. Angin semilir pinggir pantai seolah membawa angan-angan ke tengah laut lepas.
“Wardah, semoga kamu melihat dan menikmatinya juga,”gumamku penuh harap. Seolah mendapatkan bisikan misterius, aku mendengar suara Wardah ditelingaku.
“Terimakasih kak, hari ini aku sangat bahagia. Ternyata benar kata mamaku, pantai itu sangat menakjubkan. Indah sekali kak,”perlahan-lahan suara tawa riang Wrdah menghilang bersamaan dengan hilangnya sunset dari penglihatanku.
***
Di perjalanan pulang, hari telah berubah gelap. Aku dan Acep duduk di jok belakang, sedangkan Arah di depan dan mobilnya di kemudikan oleh supir aku, Pak Ucup. Arah dengan asyiknya mendengarkan music yang diputarnya. Ku lirik adikku yang duduk disampingku, sudah tidur dengan pulasnya. Kepalanya bersandar dipundakku.
Entah karena melihat adikku terlelap, aku jadi ikut-ikutan mengantuk dan akhirnya menyusul Acep kea lam bawah sadar. Tidak lama berselang, aku seperti berada dirumah yang sangat besar dan mewah. Barang-barang yang antic dan elektronik terpajang diruangan itu. Disebuah anak tangga yang paling bawah, aku melihat Wardah berdiri seraya tersenyum manis kearahku. Wardah tampak menggunakan gaun berwarna merah yang sangat indah. Dia terlihat sangat cantik dan anggun dengan pakaian itu.
“Ini rumahku kak, Acep sudah berada diatas. Ayo kak!.”tanpa ajakan Wardah yang kedua kalinya, aku langsung mengikuti kemana dia pergi. Menaiki anak tangga demi anak tangga yang lumayan banyak. Dua lantai telah kami lalui dan tibalah kami disebuah kamar yang tidak kalah besar dari ruangan yang lainya. Aku dan Wrdah langsung masuk kesana. Seketika aku merasakan suhu diruangan ini terasa dingin menusuk kulit. Kamarnya sungguh aneh, tidak ada perabotan apa-apa disini. Di tengah-tengah ruangan ada ruangan lagiyang seluruhnya terbuat dari kaca bening. Aku bisa melihat ke dalam ruang berdinding yang serba kaca itu. Hanya ada sebuah tempat tidur yang besar dan peralatan kedokteran yang canggih disana. Diatas tempat tidu itu terbaring sesosok orang yang sama sekali tidak aku kenali. Seluruh tubuhnya dibalut oleh perban seperti mummy. Adikku juga tampaknya sedang mengamatitubuh yang terbaring itu dari balik kaca.Acep tidak menyadari kehadiranku yang bediri agak jauh dibelakangnya. Karena rasa penasaranku yang besar, akupun memberanikan diri untuk bertanya kepada Wardah.
“Wardah, siapa dia? Koq badannya dibalut perban seperti mummy? Apakah dia sudah meninggal?” tanyaku ingin tahu.
“Itu jasadku kak, aku kan sudah bilang kalau kulitku tidak kuat jika berada di suhu yang hangat. Makannya ruangan ini sengaja dibuat dingin. Setiap hari aku harus gati perbansupaya kulitku tetap lembab. Aku sedih kak, mama papaku sudah mengeluarkan biaya yang banyak untuk merawatku. Aku tidak mau menyusahkan mereka lagi. Aku juga sudah merepotkan Acep dan Kak Hilmy. Aku sudah mendapatkan apa yang aku inginkan, dan inilah saatnya aku untuk pergi”
“Jangan berbicara seperti itu Wardah, Semua penyakit itu pasti ada obatnya. Kamu tidak pernah merepotkan siapapun. Mama papamu melakukannya karena mereka sayang padamu, dan kamu tidak pernah merepotkan kakak dan Acep. Malah kakak hutang budi sama kamu, wardah”
“iya aku tahu kak, tapi aku harus pergi kak.” Wardah menatapku sedih. Kupalingkan wajahku kearah adikku. Acep mulai menyadari kedatanganku dan langsung menghambur kearah kami.
“Wardah, jangan pergi. Jangan tinggalin aku” lirihnya terdengar parau.
“Maafin aku cep, kamu jangan sedih ya. Suatu saat kita pasti bertemu lagi cep,”
“nggak Wardah, aku nggak mau kehilangan kamu. Kamu nggak boleh pergi, hiks hiks,” adikku mulai terisak.
“Sudahlah cep, kamu jangan nangis, aku bakalan berat ninggalin kalian,” Wardah memeluk adikku erat.
“Tapi Wardah..”
“Ssttt.. Lihat aku cep! Aku ingin melihat kamu tersenyum untuk yang terakhir kalinya. Ayo cep, kamu jangan nangis lagi,” Wardah menghapus air mata adikku dengan jari-jarinya. Walaupun terpaksa, adikku tersenyum juga, membuat Wardah ikut memberikan senyum termanisnya kearah adikku dan aku.
“Kak Hilmy, Acep, terimakasih buat semuanya. Selamat tinggal kak, selamat tinggal cep, aku bakalan kangen banget sama kalian,”
“Wardah..!!” suaraku dan acep yang keluar secara bersamaan. Kami berusaha mencegahnya untuk pergi. Namun sosok wardah perlahan-lahan mulai menjauh dari pandangan kami. Dia terus melambaikan tangannya kearah aku dan Acep. Ekspresi wajahnya terlihat begitu bahagia. Setelah sosoknya benar-benar menghilang, aku menggenggam tangan adikku dan mengajaknya keluar dari ruangan itu.
“Ayo cep, kita harus pergi dari sini,” aku menyeret adikku yang masih enggan meninggalkan kamar wardah. Matanya masih tertuju kearah jasad Wardah yang terbaring dibalik dinding kaca. Setibanya dipintu keluar, adikku melepaskan pegangan tanganku kemudian mendorongku keluar dari sana. Lalu dengan cepat, dia mengunci pintunya dari dalam.
“Maafin Acep kak, Acep pengen tetap disini nemenin wardah,” teriaknya dari balik pintu kamar.
“Cep.. buka cep, kita harus pulang. Buka pintunya cep!!” aku menggedor-gedor pintu dan berusaha mendobraknya. Pintu itu tetap kokoh dan tidak bisa roboh. Tenaga ku tidak cukup kuat untuk menghancukannya.
“Cep, buka pintunya cep. Relakan wardah pergi cep, dia sudah nggak ada. Ayo buka pintunya cep, kakak mohon,” aku terus berusaha membujuknya. Namun suara adikku sudah tidak terdengar lagi. Aku menangis dibalik pintu karena memikirkan adikku. Dia memang sudah menganggap Wardah itu sahabat sejatinya, ataukah mungkin lebih dari sahabat. Beberapa saat kemudian kepalaku mulai terasa berputar, tubuhku seperti terbang meninggalkan rumah mewah itu. Dari sebuah jendela kamar, aku masih bisa melihat sosok adikku melambaikan tangannya kearahku.
“Aceeeepppp..!!” teriakku memanggilnya. Adikku tetap tidak menghiraukan aku. Dia hanya memberikan senyuman hambarnya untukku.
“Aceeeppp…!!!”
“My, bangun my! Lo nggak apa-apa kan?” dan mendapati tubuhku masih berada di dalam mobil.
“Rah, kita dimana? “tanyaku masih setengah sadar. Keringat dingin terus membanjiri tubuhku dan aku langsung melihat sekelilingku. Acep masih terlelap disampingku. Fiyuuuhh.. syukurlah, ternyata Cuma mimpi buruk. Perasaanku langsung terasa lega.
“Masih di jalan My, gue sengaja berhenti dulu soalnya lo teriak-teriak terus, bikin gue takut, kirain lo kesurupan,” arah masih terlihat was-was.
Aku tidak memperdulikan ocehan sahabatku. Kini aku fokus ke tubuh adikku yang masih bersandar di pundakku. Kuraba keningnya dengan punggung telapak tanganku. Dingin, sangat dingin. Itu sedikit khawatir dengan keadaan adikku.
“Cep.. bangun Cep, Acepp,” aku mencoba membangunkannya denga cara mengguncang-guncang pundaknya dan juga menepuk pipinya berulang-ulang. Tubuhnya terasa lemas tak bertenaga.
“Cepp.. bangun Cep,” aku mulai panic. Seketika itu juga aku menangis, memriksa lehernya, memegang pergelangan tangannya yang dingin. Aku tidak merasakan ada denyut nadi disana. Adikku sudah tertidur dan tak pernah bangun lagi.
***

The End
Read more

Sisi Positif dan Negatif Mansturbasi


Malam sudah larut kawan, kali ini agay mau share lagi tentang sesuatu aktifiti yang mantap di malam hari. Mansturbasi/onani adalah sebuah kegiatan memuaskan hasrat diri sendiri pada Mr P atau Mr V manusia, kegiatan ini tentunya ada dampak negatif tapi ada positif nya juga. Sekarang agay mau share keduanya dan hanya berlaku untuk pemegang Mr P bukan Mr V. Oke inilah Sisi positif dan negatif dari onani :



A. Sisi Positif-nya
1. Mencegah Kanker
Bermula dari penelitian di Australia yang menyebutkan bahwa Mansturbasi dapat membuang racun penyebab kanker. Dilakukan 3-5 kali dalam sepekan hasilnya memperkecil resiko kanker prostat.

2. Membuat Mr P Lebih Kuat
Ketika anda bertambah tua, otot Anda akan cenderung mengendur, termasuk otot penis. Seks teratur atau masturbasi melatih otot pelvic anda yang dapat membantu mencegah disfungsi erectile. Lakukan masturbasi 3-5 kali sepekan untuk hasil yang baik.

3. Hubungan Intim Lebih Lama
Onani diibaratkan olahraga atau latihan sebelum anda naik ranjang, maka sebuah study menyimpulkan bahwa onani tersebut dapat menjadikan pria menjadi pemenang di ranjang sesuai dengan kenyataan yang telah terbukti.

4. Kekebalan Tubuh Meningkat
Ejakulasi meningkatkan tingkat hormon cortisol. Cortisol membantu mengatur dan menjaga kekebalan tubuh Anda dalam dosis kecil. Masturbasi dapat membuat lingkungan yang tepat untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh.

5. Memperbaiki Mood
Masturbasi melepaskan zat kimia yang dapat menghasilkan perasaan yang menyenangkan seperti dopamine dan oxytocin yang mampu mengangkat semangat Anda, mendorong kepuasan Anda dan mengaktifkan perasaan senang di otak Anda. Orgasme adalah sumber dopamine terbesar yang tidak didapat dari obat-obatan.

6. Menghilangkan Stres
Sesuai dengan keterangan no 5, Onani sangat berpengaruh terhadap sel syaraf dimana anda terserang penyakit stres yang hebat. Tapi jika onani dilakukan rasa stres bisa terlupakan dan menghilang dengan perlahan.

7. Menjaga Tidur Anda
Mansturbasi adalah kegiatan olahraga sexual yang unik dan banyak manfaat tapi banyak juga sisi negatifnya, harus tapi jangan. Namun jika anda terserang penyakit insomnia, mungkin aktifitas ini perlu anda lakukan karena cairan yang keluar dari kelamin anda adalah energy, jika energy berkurang badanpun akan terasa lemas dan mengundang tidur untuk mencarger nya.

B. Sisi Negatif-nya
1. Mr P Lecet
Mansturbasi bisa membuat kulit dari Mr P anda terkelupas atau lecet jika tidak memakai pelumas.

2. Ejakulasi Dini
Kekalahan di atas kasur membuat seorang pria malu dan wanita akan merasa rugi tentang hubungan cinta mereka, serta sensitifitas pria yang bosan akan pasangan adalah bahaya dari Mansturbasi itu sendiri. Tapi banyak solusi yang bisa anda lakukan, sebelum bercinta lakukanlah onani terlebih dahulu untuk meningkatkan performa tersendiri.

3. Merasa Bersalah
Sebagai lelaki agay juga akui rasa bersalah setelah melakukan onani, itu karena sebuah sosialisasi realigy dan tata kehidupan yang tertera akan perlakuan yang satu ini. Anda juga pasti selalu merasakan hal ini kan?

4. Cepat Lelah
Untuk orang yang bekerja berat setiap hari tidak di anjurkan untuk terlalu sering melakukan onani, karena dampaknya sangat berat. Tubuh anda akan serasa dikuras lebih cepat dari sebelumnya. Tapi solusi nya bisa dengan memperbanyak makan sebelum anda berangkat bekerja supaya energy anda selalu full, jangan menunggu lapar menyerang.

5. Kemartian
Jika dilakukan terlalu sering maka akan menimbulkan kematian seperti yang di alami oleh anak laki-laki 16 tahun di Brazil akibat terlalu banyak mansturbasi, dia melakukan Mansturbasi sebanyak 40x dalam semalam. Anak tersebut ditemukan oleh sang ibu pada pagi hari nya, sang ibu berencana mengobati hyper sex yang diderita anaknya namun sudah terlambat. Di perkuat dengan pernyataan temannya dan banyaknya koleksi-koleksi gambar maupun video erotis di kamarnya.

Jadi apakah kita boleh melakukan onani? Jawabnya BOLEH malah DIANJURKAN (Menurut doktor pribadi saya).
Namun TIDAK BOLEH menurut Kyai pengajian saya karena itu melanggar hukum agama dan adat istiadat.
Jadi pilih yang mana? Itu kembali kepada kita masing-masing! Inilah yang selalu di bingungkan yang membuat kita merasa bersalah sesudah melakukan hal yang satu ini.

Komentarnya sangat berarti untuk mendukung saya untuk terus berkarya! Terima Kasih!
Read more

CIRI CIRI CEWEK YANG UDAH GAK PERAWAN


Malam semuanya, kali ini agay mau berbagi pengetahuan tentang namanya cewek, ilmu harus dibagi iya kan? dan mudah-mudahan bermanfaat. Kali ini agay mau share tentang Ciri-ciri Cewek Yang Udah Gak Perawan versi agay sendiri dan memang sudah di buktikan tentang kebenarannya. Ilmu ini agay dapat dari berbagai informasi dan di kumpulin menjadi satu, Mungkin buat ciri-ciri cowo yang ydah gak perjaka agak susah ya nah ini agay mau share yang cewek aja, meski udah banyak di website lain tapi ini di tambah dengan versi agay nya satu atau dua poin :).
Kenapa agay share artikel ini? karena melihat kasus-kasus yang tiada henti tentang perkosaan lah, tentang mesum lah, tentang kenakalan remaja yang dibalut dengan nafsu mulai anak sekolah ampe yang aki-aki telah mencoreng kebangkitan bangsa ini. dan sebagai pembelajaran kepada para cowok yang soleh seperti agay HAHAHA,, agar mendapatkan seorang cewek yang 100% masih segel.
Berikut adalah CIRI CIRI CEWEK YANG UDAH GAK PERAWAN versi Agay :

1. Kalo jalan jegang, kaya ada sesuatu yang mengganjal di selangkangan.
2. Ujung mata di deket idung legok kedalam, tapi bukan karena kebanyakan gadang (permanen).
3. Bokong turun dan kendor, kalo masih perawan nungging ke atas.
4. Payudara kendor turun ke bawah (tapi tidak menutup kemungkinan yang ini baru diremas saja, gak sampe di itu).
5. Hidung gadis yang masih perawan biasanya kalo di colek bakalan memerah.
6. Urat betis tampak keluar tapi bukan karena penyakit.
7. Bibir bawah nya nyelondor keliatan bagian dalam (bukan berarti ableh bawaan).
8. Telapak tangan serasa kasar tidak lembut lagi (bukan karena banyak nyuci).
9. Ini yang pasti : Kalo di tusuk udah gak ada penjaga gawangnya (Selaput keperawanan).
10. Pengetahuan tentang sex nya luar biasa hebat.

Demikian Ciri-ciri cewek yang udah gak perawan versi agay! Semoga menjadi sebuah pembelajaran untuk anda semua para pembaca.
Read more

Daftar Hari Penting Di Indonesia

Sebagian tanggal dalam kalender bisa di istimewakan karena adanya peristiwa penting atau mengenang sejarah di masa lalu. Di indonesia sendiri ada banyak peristiwa penting dan dari perististiwa penting tersebut ada yang di istimewakan dalam artian pada hari tersebut dibuat hari libur atau tanggal merah. Dan berikut adalah daftar tanggal-tanggal penting yang ada di indonesia beserta keterangan nya!



1 Januari : Tahun Baru
3 Januari : Hari Departemen Agama RI
5 Januari : Hari Korps Wanita Angkatan Laut
10 Januari : Hari Gerakan Sejuta Pohon , Hari TRITURA (Tri Tuntutan Rakyat)
15 Januari : Hari Dharma Samudera
25 Januari : Hari Gizi dan Makanan , Hari Kusta Internasional

5 Februari : Hari Peristiwa Kapal Tujuh
9 Februari : Hari Kavaleri , Hari Pers nasional
14 Februari : Hari PETA (Peringatan Pembela Tanah Air)
20 Februari : Hari Pekerja Indonesia
22 Februari : Hari Istiqlal
28 Februari : Hari Gizi Nasional Indonesia

1 Maret : Hari Kehakiman Nasional
1 Maret : Hari Peringatan Serangan Umum di Yogyakarta
6 Maret : Hari Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad)
8 Maret : Hari Wanita/Perempuan Internasional
9 Maret : Hari Musik Nasional
10 Maret : Hari Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI)
11 Maret : Hari Surat Perintah Sebelas Maret (SUPERSEMAR)
21 Maret : Hari Sindrom Down
22 Maret : Hari AIR sedunia
23 Maret : Hari Meteorologi Sedunia
24 Maret : Hari Peringatan Bandung Lautan Api
27 Maret : Hari Klub Wanita Internasional (bahasa Inggris: Women International Club Day - WIC)
29 Maret : Hari Filateli Indonesia
30 Maret : Hari Film Nasional

1 April : Hari Bank Dunia
1 April : Hari April Fool's Day
6 April : Hari Nelayan Nasional
7 April : Hari Kesehatan Internasional
9 April : Hari Penerbangan Nasional
9 April : Hari TNI Angkatan Udara
12 April : Hari Bawa Bekal Nasional
15 April : Hari Zeni
16 April : Hari Komando Pasukan Khusus (Kopassus)
18 April : Hari Peringatan Konferensi Asia Afrika
19 April : Hari Pertahanan Sipil (Hansip)
20 April : Hari Konsumen Nasional
21 April : Hari Kartini
22 April : Hari Bumi
23 April : Hari Buku
24 April : Hari Angkutan Nasional
24 April : Hari Solidaritas Asia-Afrika
27 April : Hari Permasyarakatan Indonesia

1 Mei : Hari Peringatan Pembebasan Irian Barat
1 Mei : Hari Buruh Sedunia
2 Mei : Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas)
3 Mei : Hari Surya
5 Mei : Hari Lembaga Sosial Desa (LSD)
11 Mei : Hari POM - TNI
15 Mei : Hari Korps Resimen Mahadjaya/ Jayakarta (Menwa Jayakarta)
17 Mei : Hari Buku Nasional
19 Mei : Hari Korps Cacat Veteran Indonesia
20 Mei : Hari Kebangkitan Nasional
21 Mei : Hari Peringatan Reformasi
29 Mei : Hari Keluarga
31 Mei : Hari Anti Tembakau Internasional


1 Juni : Hari Lahir Pancasila
1 Juni : Hari Anak-anak Sedunia
1 Juni : Hari Susu Nusantara
3 Juni : Hari Pasar Modal Indonesia
5 Juni : Hari Lingkungan Hidup Sedunia
15 Juni : Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN
17 Juni : Hari Dermaga
21 Juni : Hari Krida Pertanian
22 Juni : Hari Ulang Tahun Kota Jakarta (sejak tahun 1527)
24 Juni : Hari Bidan Nasional
26 Juni : Hari Anti Narkoba Sedunia
29 Juni : Hari Keluarga Berencana
29 Juni : Hari Skateboard Sedunia

1 Juli : Hari Bhayangkara
1 Juli : Hari Buah
5 Juli : Hari Bank Indonesia
9 Juli : Hari Satelit Palapa
12 Juli : Hari Koperasi
15 Juli : Hari PT. Askes (Persero)
22 Juli : Hari Kejaksaan
23 Juli : Hari Anak Nasional
23 Juli : Hari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)
29 Juli : Hari Bhakti TNI Angkatan Udara
31 Juli : Hari Lahir Korps Pelajar Islam Indonesia (PII) Wati

5 Agustus : Hari Dharma Wanita Nasional
8 Agustus : Hari Ulang Tahun ASEAN
10 Agustus : Hari Veteran Nasional
10 Agustus : Hari Kebangkitan Teknologi Nasional[14]
12 Agustus : Hari Wanita TNI Angkatan Udara (Wara)
13 Agustus : Hari Peringatan Pangkalan Brandan Lautan Api
14 Agustus : Hari Pramuka
17 Agustus : Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (sejak tahun 1945)
18 Agustus : Hari Konstitusi Republik Indonesia (sejak tahun 1945)
19 Agustus : Hari Departemen Luar Negeri Indonesia
21 Agustus : Hari Maritim Nasional
24 Agustus : Hari Pertelevisian Nasional (TVRI, RCTI, SCTV)

1 September : Hari Polisi Wanita (Polwan)
4 September : Hari Pelanggan Nasional
8 September : Hari Aksara
8 September : Hari Pamong Praja
9 September : Hari Olahraga Nasional
11 September : Hari Radio Republik Indonesia (RRI)
11 September : Hari Peringatan Serangan 11 September 2001
17 September : Hari Perhubungan Nasional
21 September : Hari Perdamaian Dunia
24 September : Hari Tani
26 September : Hari Statistik
27 September : Hari Pos Telekomunikasi Telegraf (PTT)
28 September : Hari Kereta Api
28 September : Hari Hak Untuk Tahu
29 September : Hari Sarjana Nasional
30 September : Hari Peringatan Gerakan 30 September 1965

1 Oktober : Hari Kesaktian Pancasila
2 Oktober : Hari Batik Nasional
3 Oktober : Hari Arsitektur Dunia-World Architecture Day UIA
3 Oktober : Hari Kretek Nasional
5 Oktober : Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI)
9 Oktober : Hari Surat Menyurat Internasional
10 Oktober : Hari Kesehatan Jiwa
15 Oktober : Hari Hak Asasi Binatang
16 Oktober : Hari Parlemen Indonesia
16 Oktober : Hari Pangan Sedunia
24 Oktober : Hari Dokter Nasional
24 Oktober : Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
27 Oktober : Hari Listrik Nasional
27 Oktober : Hari Blogger Nasional
28 Oktober : Hari Sumpah Pemuda
30 Oktober : Hari Keuangan


3 November : Hari Kerohanian
5 November : Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional
8 November : Hari Tata Ruang Nasional
10 November : Hari Pahlawan
10 November : Hari Ganefo
12 November : Hari Ayah Nasional
12 November : Hari Kesehatan Nasional
14 November : Hari Brigade Mobil (BRIMOB)
14 November : Hari Diabetes Sedunia
21 November : Hari Pohon
22 November : Hari Perhubungan Darat
25 November : Hari Guru
28 November : Hari Menanam Pohon Indonesia
29 November : Hari Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI)

1 Desember : Hari AIDS Sedunia
3 Desember : Hari Artileri
4 Desember : Hari Cacat
9 Desember : Hari Armada
10 Desember : Hari Hak Asasi Manusia
12 Desember : Hari Transmigrasi
13 Desember : Hari Nusantara
15 Desember : Hari Infanteri
19 Desember : Hari Bela Negara
20 Desember : Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional
22 Desember : Hari Ibu Nasional
22 Desember : Hari Sosial
22 Desember : Hari Korps Wanita Angkatan Darat (KOWAD)
24 Desember : Mengenang Tsunami Aceh tahun 2004
25 Desember : Hari Natal

Yang berwarna Merah berarti itu adalah hari libur kalender Masehi, adapun Tanggal merah lainnya adalah :

1 Januari : Tahun baru Masehi
Maulid Nabi Muhammad SAW (Islam/Kalender Hijriyah)
Tahun Baru Imlek (kalender Tionghoa)
Hari Raya Nyepi (Hindu)
Kenaikan Yesus Kristus (Kristen)
Waisak (Buddha)
Isra dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW (Islam)
17 Agustus: Hari Kemerdekaan RI
Idul Fitri (Islam)
Idul Adha (Islam)
Tahun Baru Hijriyah (Islam)
25 Desember: Natal (Kristen)

Yang tidak ada tanggal dan bulan masehi berarti tidak ditentukan oleh kalender Masehi dalam artian bisa berubah-ubah dalam kalender Masehi
Read more